***
Berbicara tentang hidup, kita tak pernah benar-benar tahu kapan ia akan genap—kapan kita akan sampai pada batas garis yang telah ditentukan. Namun, selama napas masih berhembus dan langkah masih diberi ruang, tugas kita cukuplah menjaga kewarasan; agar tak terburu menyerah sebelum perjalanan ini benar-benar usai.
Kita hanyalah satu dari sekian banyak jiwa yang sedang berjuang menguji peruntungan di bawah langit yang sama. Bertahan, melangkah, dan merawat asa di tengah fananya dunia. Meski tak semua impian berbuah manis sesuai tenggat yang kita inginkan, tetaplah berjalan dengan hati yang tulus. Sandarkan tiap lelah pada ketetapan-Nya, meyakini bahwa perjalanan yang panjang dan melelahkan ini akan bermuara pada akhir yang menenangkan.
Banyak di luar sana yang harus mengarungi hari-hari dalam getir; bersimbah peluh hanya demi bisa bertahan satu hari lagi. Namun, dari sekian banyak luka dan peluh itu, selalu ada jiwa-jiwa yang memilih untuk tetap percaya. Mereka percaya bahwa tak ada kesabaran yang sia-sia, dan akan selalu ada keajaiban yang dihadiahkan bagi siapa saja yang enggan melepaskan harapan.
Dari setiap daya yang telah kau kerahkan, dari tiap bulir keringat yang tercurah dalam diam, Semesta senantiasa mencatatnya. Suatu hari nanti, apa yang tadinya sekadar bayangan samar akan hadir menjadi wujud yang nyata.
Maka, tetaplah hidup. Rawatlah napas dan langkahmu, hingga saatnya nanti waktu yang menentukan bahwa tugasmu di dunia telah selesai.

0 Komentar