TERSESAT DI KEHAMPAAN



Tersesat Di Kehampaan

Mengapa?
Mengapa begitu banyak simpul Yang belum terlerai jua,
Meski kisah telah berujung pada penghabisan?
Apakah epilog sunyi ini yang kau kehendaki?

Kasih yang kau tabur telah terbelah cahayanya,
Aku mengetahui hal itu,
namun berpegang pada ilusi,
Bahwa bara cinta untukku masih tersisa,
Hingga mungkin dapat kita pugar sekali lagi kuil ini.

Namun faktanya,
Kita tak lagi serupa bayangan di benakku.
Mengapa kau palsukan titah hati yang sesungguhnya?
Apakah layak aku disebut kurang?
Apakah sukacita yang kupersembahkan
Tak sanggup menggenapi segala inginmu?

Lantas, apa dalihmu?
Sebuah pertanyaan yang bahkan
Tak pernah kau hadirkan jawabannya.

Aku terjerembap dalam belantara sunyi,
Sadar bahwa kembali menjadi orang asing
Adalah medan laga yang berat,
Ketika harus bertopeng seolah
Tiada lagi getar cinta di rongga dada ini.

Padahal kau pahami,
Bahwa semesta cintaku adalah milikmu.
Padahal kau mengerti,
Bahwa gugusan rinduku hanya berlabuh padamu.

Tapi kini, Aku tersesat sendiri di puing kehampaan,
Pada setiap sudut singgasana indah yang dulu kau penuhi.

---

Ditulis Oleh : Inda Febritama (17/5/2024)

 


Posting Komentar

0 Komentar