PELUK ERAT BAHAGIAMU KINI

 

Peluk Erat Bahagiamu Kini.

---
Waktu berjalan begitu singkat,
di kepalaku, tentangmu masih di puncak kebahagiaan.
Deretan kisah di antara rekah senyum 
yang kau tunjukkan padaku.

Aku masih ingat betul, 
bagaimana bentuk tawamu
dan sorot mata penuh percaya, 
bahwa cinta terlihat begitu indah.
Tapi kini, aku harus merelakan mata itu 
untuk menatap sosok lain
harus menahan cemburu pada suara 
yang kini kau perdengarkan pada sosok lain.

Aku tinggal sendirian di sini, 
di kenangan yang mengikat tubuhku di tempat itu.
Tempat di mana aku merayakan asmara 
yang penuh haru di dadaku bersamamu.

Sekarang berbahagialah, 
peluk erat bahagia yang diberikannya.
Aku mungkin tak begitu pandai berperan sebagai kekasih
memberi cinta seperti yang kau bayangkan
dan punya banyak waktu untuk sebuah kemesraan.

Sekarang berbahagialah, 
peluk erat bahagia yang diberikannya.
Kelak ketika kau merindukan perbedaan caraku dengannya,
tak perlu susah-susah mencariku, 
pergilah ke bawah gelap
akan kau temukan aku bersama harapan-harapan
yang sedang kubungkus rapi di dalam koper
untuk kusembunyikan jauh di tempat yang bahkan
aku sendiri, tak akan lagi mengingatnya.
---
Ditulis Oleh : Inda Febritama, (25/9/2024)





Posting Komentar

0 Komentar