Mundur, ke penjuru mana
bayangmu kan tenggelam?
bayangmu kan tenggelam?
Kota Padang, selalu tahu di mana diammu:
Di balik bias lampu jalur pesisir yang lesu,
Di riak purba ombak yang menerjang batu-batu,
Mundur, ke lekuk mana langkahmu kan terhenti?
Kota Padang, selalu meresapi kehilanganmu.
Jika hasrat pelarian itu masih membara,
Rebahlah dalam dekapan ini,
Kota Padang menggelar teduh bagimu,
Hanya bersamaku,
dalam suaka sebuah kehangatan.
dalam suaka sebuah kehangatan.
Posting on Blog, 08 Desember 2025
0 Komentar