SUAKA

Mundur, ke penjuru mana
bayangmu kan tenggelam?
Kota Padang, selalu tahu di mana diammu:
Di balik bias lampu jalur pesisir yang lesu,
Di riak purba ombak yang menerjang batu-batu,

Mundur, ke lekuk mana langkahmu kan terhenti?
Kota Padang, selalu meresapi kehilanganmu.

Jika hasrat pelarian itu masih membara,
Rebahlah dalam dekapan ini,
Kota Padang menggelar teduh bagimu,
Hanya bersamaku,
dalam suaka sebuah kehangatan.

(Padang, 21 Desember 2024, Inda Febritama.)
Posting on Blog, 08 Desember 2025


Posting Komentar

0 Komentar