KITA TAK PERNAH SAMA

Kita tak pernah sama. Pada spektrum perbedaan yang ada di tiap insan, tiada yang ingin diseragamkan. Setiap orang memiliki peran unik masing-masing, dan tak perlu ada standarisasi atas esensi hidup seseorang. Hidup tak harus selalu terlihat seragam, sebab perbedaan justru menjadikannya kaya ragam—menjadi panorama yang dapat dinikmati oleh akal dan perspektif. Menerima keragaman ini adalah bentuk kedewasaan tertinggi dalam memandang semesta.

Aku, kamu, mereka—kita semua berbeda. Dan keberagaman ini adalah kekuatan, bukan alasan untuk menciptakan batasan.

Aku tak berhak membandingkan kisah hidupku dengan orang lain secara gamblang, apalagi mengatakan bahwa perjuangan seseorang tak ada artinya dibandingkan dengan perjuanganku; demikian pula sebaliknya. Bukankah dalam ranah hidup masing-masing individu, perjuangan mereka luar biasa adanya, tanpa harus dipertandingkan? Berbeda cara berpikir tidak serta-merta berarti kita telah melakukan sesuatu yang keliru. Sebab, tolok ukur kesuksesan sejati hanya ditentukan oleh sejauh mana kita konsisten dengan nilai-nilai diri sendiri.

Posting Komentar

0 Komentar