
Hidup seringkali melenceng
dari narasi yang kita bayangkan.
Kita terperangkap dalam ekspektasi
bahwa kebahagiaan adalah ganjaran
di ujung penderitaan,
yang harus segera kita gapai.
Namun, seiring waktu bergulir,
beban masalah justru kian menumpuk.
Kita terhuyung-huyung,
merasa seolah hidup tak lagi
memberikan ruang henti sedikit pun,
tak menyisakan waktu untuk sekadar
menarik napas dari sesak yang mencekik.
Namun, benarkah ini adalah akhir dari segalanya?
Padahal, kesempatan terhampar luas
selama denyut nadi masih bersemayam dalam raga.
Kita masih berdaya untuk berjuang,
meskipun kegagalan seringkali menjadi
pembenaran untuk menghentikan perjuangan hidup ini.
Besar kecilnya derita hidup memang
tak seorang pun bisa menakar,
apalagi membandingkannya
dengan kisah orang lain.
Ini bukan lagi tentang betapa pedih
atau seberapa menyayat kisah seseorang.
Ini adalah tentang bara harapan
yang tersimpan dalam diri masing-masing,
tentang keyakinan teguh bahwa segala sesuatu
yang terasa memberatkan dan melelahkan ini,
niscaya akan berlalu dan tuntas pada waktunya.
0 Komentar